HIJRAH
Hijrah
Dapatkah kita berpindah dari
Bodoh berpidah ke
Pintar dari goblok berpindah ke
Rajin dari putus asa berpindah ke
Ketekunan dari curang berpindah ke kejujuran
Dapatkah kita berpindah dari
Bodoh berpidah ke
Pintar dari goblok berpindah ke
Rajin dari putus asa berpindah ke
Ketekunan dari curang berpindah ke kejujuran
Hijrah
Dapatkah kita mengubah perilaku korup
Kepada adil dan jujur dari maksiat berpindah kepada taqwa
Dari jiwa miskin kepada menolong sesama
Dari cemberut kepada senyum yang harum
Dapatkah kita mengubah perilaku korup
Kepada adil dan jujur dari maksiat berpindah kepada taqwa
Dari jiwa miskin kepada menolong sesama
Dari cemberut kepada senyum yang harum
Hijrah
Berhentilah menjadi gila karena
Harta, tahta, wanita
Tanpa norma berhentilah
Dari menang sendiri kepada
Kesulitan bersama
Bekerja bersama
Berusaha bersama
Nyaman bersama
Tiada dua kecuali dengan-Nya
Harta, tahta, wanita
Tanpa norma berhentilah
Dari menang sendiri kepada
Kesulitan bersama
Bekerja bersama
Berusaha bersama
Nyaman bersama
Tiada dua kecuali dengan-Nya
Indonesia, negeri yang kita cintai ini. Seperti apapun kebobrokan moral, politik, pendidikan dan masih bayak ketidakpuasaan yang vokal dilantangkan dimedia massa, tetaplah kita terlahir di tanah pertiwi ini. Memang terlalu banyak masalah dinegeri kita ini, masalah pendidikan, masalah moral, masalah politik yang mungkin bersumber dari bangsa indonesia itu sendiri. Pola pikir para pemimpin yang kerdil. Sibuk menimbun harta, tidak peduli walau harus dengan jalan tidak hahal sekalipun, bangsa kita yang dipenuhi oleh orang-orang yang terus melihat ke atas. Tidak pernah puas dan bersyukur dengan apa yang iya peroleh. Lebih banyak haus dan haus akan harta, tahta dan kesenangan dunia yang tidak akan pernah ada habisnya. Jadi sampai kapan kita akan terhanyut dalam pengejaran duniawi? Apakah sampai kita menemui titik jenuh? Dimana, setelah kita mendapatkan semuanya “ harta, tahta, dan semua yang kita kejar” lalu apa lagi? Mungkin setelah kita melalu perjalanan hidup yang cukup panjang, baru kita akan menyadari, bahwa kebahagiaan yang sesungguhnya bukan dari semua itu. Karena semua materi suatu saat nanti, akan membuat kita bosan.
Beruntung jika kita diberi kesempatan untuk merasakan kejenuhan itu, dan membuat kita kembali kepada cinta sang Khalik. Tapi, jika kita bukan termasuk orang yang beruntung itu? Bagaimana cara agar kita sadar? Bagaimana agar kita siuman dari mimpi indah duniawi ini?
Ketika saudara-saudara kita sudah siap dengan bekal perjalanan menuju destinasi terakhir, sementara kita masih hanyut dalam tidur, tak mempersiapkan apapun, dan ketika kita sadar bahwa akhir hidup sudah di ujung mata, baru kita kelabakan ingin mencari bekal. Namun jika malaikat maut sudah menjemput, tidak akan bisa di undur, walau hanya satu saat. Sudah percuma penyesalan, karna Tuhan sudah memberi kesempatan. Kesempatan yang panjang, bertahun-tahun.
Firman Allah Ta’ala:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون
“Tidak Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz –Dzariyat: 56 ).
Sebelum semua itu terlambat, dan menjadi hal yang sangat mengerikan, marilah sama-sama kita jadikan diri kita pribadi yang baik. Taukah kamu, bahwa dengan pribadi yang baik serta jauh dari penyakit hati, akan bisa menyejukkan dunia dengan kelemah-lembutannya. Layaknya pribadi yang paling dirindukan, rasulullah SAW. Mulailah untuk memaksa diri sendiri agar mau bergerak kepada hal yang lebih baik. Berhenti menghujat, berhenti menjadi penonton, berhenti menjadi sangat vokal tanpa intospeksi diri. Jadikan keluhan kita terhadap negeri kita ini sebagai motivasi kita untuk berfikir bukan menghujat, untuk mencoba menjadi pemain bukan penonton yang hanya bisa protes. Belajar untuk introspeksi diri, apakah kita bisa lebih baik dari mereka?
Mari sama-sama kita berfikir, apa saja yang perlu kita perbaiki dari negeri kita ini?
Mari sama-sama kita berfikir, apa saja yang perlu kita perbaiki dari negeri kita ini?
Pertama
Hijrah
Dapatkah kita berpindah dari
Bodoh berpidah ke Pintar?
Hijrah
Dapatkah kita berpindah dari
Bodoh berpidah ke Pintar?
Impian anak Indonesia adalah impian masa depan yang cerah, menjadi bagsa yang pintar dan mampu bersaing dengan bangsa lain. Untuk mewujudkan impian itu, pemerintah sudah memberikan sarana dan prasarana. Guru sudah berusaha memberikan yang terbaik kepada muridnya dan sangat mulia mimpi sang guru yang ingin agar “ muridnya lebih pintar dari dia”.
Lalu apa yang salah? Kenapa pada kenyataanya masih banyak anak Indonesia yang bodoh. Bukan hanya beberapa, tapi adalah sebagian besarnya tumbuh menjadi manusia yang tidak bermanfaat.
Lebih tragis lagi, ketika semangat belajar itu begitu menggebu-gebu, mereka harus menelan kenyataan pahit akan faktor ekonomi serta fasilitas yang tersedia tidak cukup untuk menampung mereka.
Menilik dari segi mutu pendidikan. Pada kenyataanya, bangsa Indonesia memiliki mutu pendidikan yang sangat rendah dibandingkan dengan Negara-negara luar negeri seperti inggris, amerika, jerman, jepang, kemudian menyusul Negara Cina, India, Malaysia, Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan.
Saya berhayal, seandainya system pendidikan kita mencontohi Negara maju seperti inggris, pastilah sumber daya manusia kita akan lebih teralokasikan dengan benar. Mari kita mencontoh dari Inggris.
Di Inggris
Sekolah Dasar
Pendidikan wajib di Inggris dimulai dari usia 5 tahun dengan sekolah dasar. Siswa naik dari kelas 1 sampai 6 tanpa ujian, meskipun kemampuan mereka diuji di usia 7 tahun. Penekanan ada pada belajar secara praktikal dibandingkan menghafal. Siswa belajar mata pelajaran inti seperti Inggris, matematika dan sains, juga pelajaran dasar seperti sejarah, geografi, musik, seni dan olahraga.
Sekolah Dasar
Pendidikan wajib di Inggris dimulai dari usia 5 tahun dengan sekolah dasar. Siswa naik dari kelas 1 sampai 6 tanpa ujian, meskipun kemampuan mereka diuji di usia 7 tahun. Penekanan ada pada belajar secara praktikal dibandingkan menghafal. Siswa belajar mata pelajaran inti seperti Inggris, matematika dan sains, juga pelajaran dasar seperti sejarah, geografi, musik, seni dan olahraga.
Sekolah Menengah Atas
Siswa memulai sekolah menengah pada usia 11 tahun, dimana menjadi kewajiban untuk lima tahun berikutnya. Di setiap jenjangnya, siswa memperdalam pengetahuan mereka pada mata pelajaran inti dan ditambah setidaknya 1 bahasa asing. Di tahun ke-4, mereka mulai bersiap untuk mengikuti ujian-ujian yang disebut General Certificate of Secondary Education atau GCSE. Siswa akan diuji di 9 atau 10 topik GCSE yang mereka pilih.
Siswa memulai sekolah menengah pada usia 11 tahun, dimana menjadi kewajiban untuk lima tahun berikutnya. Di setiap jenjangnya, siswa memperdalam pengetahuan mereka pada mata pelajaran inti dan ditambah setidaknya 1 bahasa asing. Di tahun ke-4, mereka mulai bersiap untuk mengikuti ujian-ujian yang disebut General Certificate of Secondary Education atau GCSE. Siswa akan diuji di 9 atau 10 topik GCSE yang mereka pilih.
A-Levels di Sekolah Menengah Atas
Setelah menyelesaikan ujian GCSE, siswa sekolah menengah dapat meninggalkan sekolah untuk bekerja, mengikuti program training di sekolah kejuruan atau teknik, atau melanjutkan 2 tahun lagi untuk menyiapkan diri bagi ujian masuk universitas, yang dikenal dengan "A-Levels." Secara umum, siswa yang ingin masuk ke universitas akan belajar 3-4 subyek untuk ujian A-Levels. Ini kerap dilakukan di sekolah yang dinamakan Sixth Form Colleges. Makin tinggi nilai ujian A-Levels, makin baik peluang siswa untuk masuk ke universitas pilihannya.
Setelah menyelesaikan ujian GCSE, siswa sekolah menengah dapat meninggalkan sekolah untuk bekerja, mengikuti program training di sekolah kejuruan atau teknik, atau melanjutkan 2 tahun lagi untuk menyiapkan diri bagi ujian masuk universitas, yang dikenal dengan "A-Levels." Secara umum, siswa yang ingin masuk ke universitas akan belajar 3-4 subyek untuk ujian A-Levels. Ini kerap dilakukan di sekolah yang dinamakan Sixth Form Colleges. Makin tinggi nilai ujian A-Levels, makin baik peluang siswa untuk masuk ke universitas pilihannya.
Program Sarjana
Ditingkat sarjana, siswa di Inggris dapat memilih jurusan "art" dan "sciences". Program biasanya berlangsung selama tiga tahun dimana selama itu siswa menyelesaikan pelajaran dan tutorial di bidang masing-masing. Siswa yang akan lulus biasanya harus mengikuti ujian akhir. Syarat penerimaan bagi siswa internasional termasuk kefasihan bahasa Inggris (min IELTS 6.0), tambahan 1 tahun sekolah menengah, dikenal dengan University Foundation Year atau nilai A-Level.
Ditingkat sarjana, siswa di Inggris dapat memilih jurusan "art" dan "sciences". Program biasanya berlangsung selama tiga tahun dimana selama itu siswa menyelesaikan pelajaran dan tutorial di bidang masing-masing. Siswa yang akan lulus biasanya harus mengikuti ujian akhir. Syarat penerimaan bagi siswa internasional termasuk kefasihan bahasa Inggris (min IELTS 6.0), tambahan 1 tahun sekolah menengah, dikenal dengan University Foundation Year atau nilai A-Level.
Bayangkan, jika Indonesia bisa mencontoh system pendidikan yang sama dengan inggris, mungkin sumber daya manusia kita lebih bisa dialokasikan dengan benar. Saya percaya bahwa setiap individu pasti memiliki kelebihan tersendiri, tinggal bagaimana cara system pendidikan kita memberikan kesempatan untuk berkembang bukan hanya dari nilai dan angka-angka belaka, namun lebih menekankan pada praktek sejak dini.
Terlepas dari system ada hal yang perlu diperhatikan yaitu menghilangkan budaya menghukum serta melahirkan kehebatan.
Mendidik bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju.Encouragement!? Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman : Awas...; Kalau,...; Nanti,...; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.
Mendidik bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju.Encouragement!? Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman : Awas...; Kalau,...; Nanti,...; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.
Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya,dapat tumbuh.Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.
Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.
Jika perubahan itu bisa kita lakukan maka perbaikan selanjutnya akan menyusul seperti impian kita
Jika perubahan itu bisa kita lakukan maka perbaikan selanjutnya akan menyusul seperti impian kita
untuk berhijrah dari
goblok berpindah ke
Rajin dari putus asa berpindah ke
Ketekunan dari curang berpindah ke kejujuran.
goblok berpindah ke
Rajin dari putus asa berpindah ke
Ketekunan dari curang berpindah ke kejujuran.
Kedua
Hijrah
Dapatkah kita mengubah perilaku korup
Kepada adil dan jujur
dari maksiat berpindah kepada taqwa?
Hijrah
Dapatkah kita mengubah perilaku korup
Kepada adil dan jujur
dari maksiat berpindah kepada taqwa?
Korupsi mungkin sudah mendarah daging di dalam tubuh bangsa Indonesia kita ini. Kita sudah diajarkan untuk korupsi sejak dari bangku sekolah, ketakutan akan ancaman ketidaklulusan membuat kita menghalalkan segala cara agar bisa lulus walaupun dengan cara curang. Sehingga setelah kita dewasa kita sudah maklum dengan budaya korupsi di mana saja. Ekstrimnya, budaya korupsi kini telah menjadi ancaman kebobrokan ekonomi negeri kita. Orang sudah terbiasa korupsi sejak dari akar sampai ke ujung daunnya. Seorang bawahan yang mengetahui bahwa atasannya korupsi menjadikan itu sebagai perlindungan untuk dia ikut korupsi. Jika ada dana untuk rakyat, mulai dari atasnya sudah dipotong sedikit, berlanjut ketangan yang kedua dipotong sedikit, begitulah selanjutkan ketangan yang ketiga keempat kelima dan entah sampai berapa tangan barulah sampai ke tangan rakyat, jika nilai awalnya 1 M, kalau dipotong-potong terus dengan alasan uang iuran dan pemotongan-pemotongan yang tidak seharusnya, kira-kira tinggal berapa ke tangan rakyatnya?
Sebenarnya fenomena apa yang terjadi di negeri kita ini sehingga kebiasaan yang menjadi koreng ini semakin menjadi-jadi dan seolah-olah tidak bisa disembuhkan lagi. Mungkin negeri kita harus belajar dengan negara cina yang tegas terhadap pelaku korupsi yang tak tanggung-tanggung di ancam “HUKUMAN MATI”. Cina yang awalnya tercatat sebagai negara dengan tingkat korupsi terbesar, sekarang mampu menekan tingkat korupsi ke tingkat yang sangat rendah.
Jadi, kenapa di indonesia tidak bisa menerapkan ancaman hukuman yang sama?
Dengan alasan kurang manusiawi???
Lalu, kurang manusiawi mana dengan rakyat indonesia yang harus mati kelaparan?
Kurang manusiawi mana dengan generasi penerus yang harus mengubur dalam-dalam impian mereka dengan kenyataan faktor ekonomi?
kurang manusiawi mana dengan anak-anak, orang tua renta, dan rakyat kecil yang harus tinggal di kolong jembatan, di emperan, di tempat-tempat yang tidak layak untuk manusia?
Jadi, kenapa di indonesia tidak bisa menerapkan ancaman hukuman yang sama?
Dengan alasan kurang manusiawi???
Lalu, kurang manusiawi mana dengan rakyat indonesia yang harus mati kelaparan?
Kurang manusiawi mana dengan generasi penerus yang harus mengubur dalam-dalam impian mereka dengan kenyataan faktor ekonomi?
kurang manusiawi mana dengan anak-anak, orang tua renta, dan rakyat kecil yang harus tinggal di kolong jembatan, di emperan, di tempat-tempat yang tidak layak untuk manusia?
Padahal hukuman mati untuk para koruptor cukup manusiawi, menimbang banyaknya kerugian yang harus ditanggung oleh rakyat. Lalu mengapa pemerintah kita takut untuk menerapkan hukuman ini di negara kita? Timbul kecurigaan dibenak kita, kenapa harus takut jika tidak korupsi? Apa negara kita ini dipenuhi oleh para koruptor sehingga mulai dari presiden, DPR, MPR, sampai ke bawah-bawahnya itu takut untuk mendukung penerapan hukum ini.
Ya, mungkin negeri kita ini dipenuhi oleh orang-orang yang kekurangan pencerahan. Pejabat yang sudah di atas, sulit untuk melihat ke bawah, mereka hanya sibuk menimbun harta, tidak peduli meskipun harus dengan jalan yang tidak halal. Seandainya mereka setiap harinya dikasi sarapan tontonan mengenai betapa banyaknya orang yang kelaparan, yang miskin, yang tinggal di tempat-tempat tidak layak, mungkin akan terketuk sedikit hati nuraninya. Jika tidak terketuk juga, berarti mereka butuh pencerahan rohani, agar mereka kembali ingat pelajaran agama anak SD mengenai dosa mengambil yang bukan haknya serta agar mereka ingat dunia bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan hanya tempat singgah sementara untuk mengumpul bekal menuju kehidupan yang abadi.
Tapi terlepas dari itu semua, kita tidak boleh terlalu vokal dalam menghujat mereka, mungkin jika kita yang berada diposisi mereka kita juga akan tergoda dengan kesempatan yang ada, hanya belum ada kesempatan untuk mengalami. Apapun itu, marilah kita sama-sama menjaga kepribadian diri masing-masing agar selalu berada di jalan yang benar. Semoga Allah selalu menegur kita jika kita sudah melenceng dari jalannya. Amin.
Hijrah
Dari jiwa miskin kepada menolong sesama
Dari cemberut kepada senyum yang harum
Sabda Nabi Muhammad SAW : "Barangsiapa yang tiada mengasihi manusia maka Allah-pun tiada mengasihinya!" (Kanz al-'Ummal, hadits ke: 5972).
Manusia yang kaya akan harta benda namun kikir dalam menolong, maka tidak bermanfaat harta bendanya kecuali sebagai pengantarnya ke gerbang neraka. Orang yang sombong dan seolah-olah tidak memerlukan pertolongan orang lain sehingga menjadikannya kikir untuk menolong sesama adalah orang yang tidak tahu, betapa menyedihkan dan miskinnya jiwa mereka. Apa alasan kita untuk berat menolong orang lain?
Padahal dalam sebuah hadist nabi megatakan bahwa :
” Sebaik-baik manusia diantaramu Adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain ” (HR. Bukhari).
Tidak ada alasan kita untuk tidak menolong sesama, megasihi sesama, menyayangi sesama makhluk dan menjaga bumi kita ini. Janganlah sampai kita menjadi manusia yang setiap kata-katanya, perbuatannya slalu menyakiti orang lain, merusak alam, dan menjadi pribadi yang dibenci karena ketidak peduliannya kepada lingkungan sekitar. Padahal kebahagiaan yang didapat dari menolong sesama adalah kebahagiaan yang sangat besar.
jika perbedaan menjadi alasan kita untuk tidak menolong, maka hendaknya kita membuka hati bahwa orang yang berbeda dari kita baik agama, suku, bangsa, dan faham adalah saudara. Tidak ada yang membedakan manusia kecuali hatinya. Dan hanya ada dua tipe manusia di dunia ini yaitu yang baik dan yang jahat. Jadi, jangan sampai perbedaan itu menjadikan kita manusia yang jahat. Jadi, mulai hari ini bentuk pribadi kita menjadi pribadi yang menyenangkan, penuh kebijaksanaan, jauh dari kedangkalan pola fikir dan jauh dari emosi yang menjerumuskan.
jika perbedaan menjadi alasan kita untuk tidak menolong, maka hendaknya kita membuka hati bahwa orang yang berbeda dari kita baik agama, suku, bangsa, dan faham adalah saudara. Tidak ada yang membedakan manusia kecuali hatinya. Dan hanya ada dua tipe manusia di dunia ini yaitu yang baik dan yang jahat. Jadi, jangan sampai perbedaan itu menjadikan kita manusia yang jahat. Jadi, mulai hari ini bentuk pribadi kita menjadi pribadi yang menyenangkan, penuh kebijaksanaan, jauh dari kedangkalan pola fikir dan jauh dari emosi yang menjerumuskan.
Berhentilah menjadi gila karena
Harta, tahta, wanita
Tanpa norma berhentilah
Dari menang sendiri kepada
Kesulitan bersama
Bekerja bersama
Berusaha bersama
Nyaman bersama
Tiada dua kecuali dengan-Nya
Surga pada sisi Allah adalah sebaik-baik tempat kembali
Suatu hal yang fitrah pada manusia adalah kecenderungan kepada duniawinya.
“ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada bermacam-macam yang diingini, yaitu kepada wanita-wanita, anak-anak, harta yang berlimpah-limpah dari jenis emas, perak, kuda yang bagus, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan (surga ) pada sisi Allah sebaik-baik tempat kembali.” ( QS.3/Ali Imron : 14).
“ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada bermacam-macam yang diingini, yaitu kepada wanita-wanita, anak-anak, harta yang berlimpah-limpah dari jenis emas, perak, kuda yang bagus, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan (surga ) pada sisi Allah sebaik-baik tempat kembali.” ( QS.3/Ali Imron : 14).
Tidakkah pernah terfikir , yang pasti di dunia ini adalah kematian?
Tidakkah pernah terbersit bahwa mahkluk pasti akan kembali kepada KhaliqNya?
Hamba akan berpulang pada TuanNya?
Apa yang tercipta di dunia ini pasti akan kembali pada pemilikNya?
Tidakkah pernah terbersit bahwa mahkluk pasti akan kembali kepada KhaliqNya?
Hamba akan berpulang pada TuanNya?
Apa yang tercipta di dunia ini pasti akan kembali pada pemilikNya?
Lantas...apa yang sudah kita persiapkan dalam menyambut Sang Khaliq?
Allah telah menciptakan surga dan neraka untuk kita umat manusia. Dan sekarang tergantung pilihan kita. Jangan takut jika amalan kita sia-sia, karena Allah bukan melihat amalan berdasarkan bentuk zahirnya melainkan melihat dari bathinnya, apakah kita tulus atau tidak untuk beramal. Semoga Allah membuka mata hati kita, menjadikan pandangan dan penglihatan kita akan akhirat lebih terbuka luas ... sehingga apa yang kita cari di dunia ini adalah bekal yang bermanfaat ....dan takutlah akan pembalasan dari perbuatan kita.
Allah telah menciptakan surga dan neraka untuk kita umat manusia. Dan sekarang tergantung pilihan kita. Jangan takut jika amalan kita sia-sia, karena Allah bukan melihat amalan berdasarkan bentuk zahirnya melainkan melihat dari bathinnya, apakah kita tulus atau tidak untuk beramal. Semoga Allah membuka mata hati kita, menjadikan pandangan dan penglihatan kita akan akhirat lebih terbuka luas ... sehingga apa yang kita cari di dunia ini adalah bekal yang bermanfaat ....dan takutlah akan pembalasan dari perbuatan kita.
Terlepas dari semua masalah yang bersekelumit di negara kita ini. Marilah kita melihat dari sudut pandang yang lebih baik. Lihatlah negeri pertiwi kita ini, masih banyak senyum tulus dari rakyat kecil yang tak mengenal keserakahan, yang mengerti arti tulusnya persaudaraan, masih banyak orang baik di sekitar kita, masih ada pejabat yang memperjuangkan hak kita. Di sana, di kursi DPR, MPR sana, pasti masih ada orang yang baik. Berhentilah menjadi orang yang hanya memprotes, masih ada cara yang lebih baik untuk memperbaiki negeri kita ini. Jadikan diri kita sebagai penyejuk di mana pun kita berada.
Categories:
bening